Thursday, May 13, 2010
Mindset Sukses
kesuksesan bukanlah hal mustahil dalam hidup kita, karena setiap kita adalah kesuksesan itu sendiri. berpikiran terbuka dan lapang dada untuk menerima hal-hal baru terutama ilmu pengetahuan adalah salahsatu kunci untuk mencapai kesuksesan tersebut. dapatkan kunci-kunci kesuksesan dalam ebook gratis dari Jenni S. Bev dengan klik disini
Friday, May 7, 2010
Penyebab Sering Ngantuk..
Mudah ngantuk di pagi hari bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: tidur yang kemalaman (di atas jam 24). Harap diingat, ketika waktu menunjuk pukul 24 maka organ hati kita langsung melakukan metabolisme asam laktat (zat kelelahan yang ada di aliran darah) untuk diubah menjadi tenaga kembali. Proses tersebut berlangsung selama dua jam (antara jam 24 sd 02 pagi). Kalau pada jam tersebut kita belum juga tidur, maka proses perubahan zat kelelahan menjadi zat sumber tenaga akan tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, di pagi hari kita seperti mengantuk, dan tidak segar.
Oleh sebab itu, hindarilah tidur di atas jam 24 untuk memberikan kesempatan kepada organ hati kita melakukan tugas metabolisme merubah asam laktat (zat kelelahan) menjadi salah satu sumber tenaga tubuh kita.
Kantuk di pagi hari juga bisa disebabkan karena kadar hemoglobin (Hb) kita rendah akibat anemia (Hb < 10). Fungsi hemoglobin antara lain menjadi pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Apabila kadar hemoglobin kita rendah (akibat anemia) maka semua organ tubuh akan kekurangan oksigen yang ditandai dengan : mudah mengantuk, mudah lelah, lemah, lesu, letih, tak bertenaga, konsentrasi terganggu, dan produktifitas kerja menurun. Juga ujung jari terasa kesemutan, mudah sesak nafas, serta kesulitan buang air besar.
Anemia hanya bisa diketahui dengan pasti apabila kita melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Jadi sempatkanlah untuk ke laboratorium. Apabila kadar Hb < 7 g/dl maka harus dikoreksi dengan transfusi darah.
Penyebab lain kantuk adalah karena kekurangan kalori yang masuk ke tubuh kita. Hal ini terjadi kalau pekerjaan kita (aktifitas kita) cukup banyak akan tetapi masukan makanan kurang (malas makan, tidak sempat), maka cadangan kalori tubuh akan kurang. Akibatnya tubuh akan protes dalam bentuk mudah kantuk.
Dengan demikian, sempatkanlah makan sesibuk apapun kita. Tapi jangan berlebihan. Jadi makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Karena kekenyangan juga dapat memudahkan munculnya kantuk. Kelaparan juga memudahkan mengantuk.
Muchlis AU Sofro
Konsultan kesehatan Netsains
http://netsains.com/2010/05/kenapa-saya-suka-mengantuk/
Oleh sebab itu, hindarilah tidur di atas jam 24 untuk memberikan kesempatan kepada organ hati kita melakukan tugas metabolisme merubah asam laktat (zat kelelahan) menjadi salah satu sumber tenaga tubuh kita.
Kantuk di pagi hari juga bisa disebabkan karena kadar hemoglobin (Hb) kita rendah akibat anemia (Hb < 10). Fungsi hemoglobin antara lain menjadi pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Apabila kadar hemoglobin kita rendah (akibat anemia) maka semua organ tubuh akan kekurangan oksigen yang ditandai dengan : mudah mengantuk, mudah lelah, lemah, lesu, letih, tak bertenaga, konsentrasi terganggu, dan produktifitas kerja menurun. Juga ujung jari terasa kesemutan, mudah sesak nafas, serta kesulitan buang air besar.
Anemia hanya bisa diketahui dengan pasti apabila kita melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Jadi sempatkanlah untuk ke laboratorium. Apabila kadar Hb < 7 g/dl maka harus dikoreksi dengan transfusi darah.
Penyebab lain kantuk adalah karena kekurangan kalori yang masuk ke tubuh kita. Hal ini terjadi kalau pekerjaan kita (aktifitas kita) cukup banyak akan tetapi masukan makanan kurang (malas makan, tidak sempat), maka cadangan kalori tubuh akan kurang. Akibatnya tubuh akan protes dalam bentuk mudah kantuk.
Dengan demikian, sempatkanlah makan sesibuk apapun kita. Tapi jangan berlebihan. Jadi makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Karena kekenyangan juga dapat memudahkan munculnya kantuk. Kelaparan juga memudahkan mengantuk.
Muchlis AU Sofro
Konsultan kesehatan Netsains
http://netsains.com/2010/05/kenapa-saya-suka-mengantuk/
Thursday, May 6, 2010

KOMPAS.com — Selama ini kamera hanya dipasang di bagian belakang mobil untuk melihat obyek saat mundur. Namun, pada masa yang akan datang, pencitra atau imager complementary metal oxide semiconductor (CMOS) yang umumnya digunakan pada kamera digital akan merambah ke dunia teknologi mobil. Pasalnya, CMOS ternyata mampu membuat sistem keamanan pendukung mobil bekerja jauh lebih baik.
Menurut Melexis, perusahaan Microelectronic asal Belanda, penambahan perangkat inframerah dekat akan memungkinkan kamera untuk melihat obyek secara lebih detail dibandingkan dengan mata manusia.
Sementara itu, John Prainito selaku Chief Engineer Camera Development TRW mengatakan, jika kamera digunakan untuk melihat obyek di depan mobil, maka kemampuannya akan lebih lengkap dibandingkan sistem peringatan pindah jalur yang saat ini menggunakan sensor ultrasonik. Dia juga menambahkan, pencitra kamera juga dapat mengontrol lampu depan bekerja secara otomatis.
“Di Eropa, paduan perangkat ini sudah digunakan untuk memastikan kerja lampu-lampu lalu lintas. Kamera tersebut dapat melacak kendaraan yang berada di depan dan mendeteksi pejalan kaki dalam jarak dekat,” ungkap John.
Malam hari
Pencitra CMOS juga dapat digunakan untuk meningkatkan kerja sistem keamanan lainnya. Salah satunya, memperjelas penglihatan pada malam hari. Untuk ini, ditambahkan sistem pecahayaan inframerah yang dipasang pada lampu depan. Hasilnya, kamera akan memperjelas penglihatan pengemudi tanpa mengganggu mereka yang datang dari arah berlawanan.
“Pencahayaan inframerah dekat tidak bisa digunakan untuk membantu penglihatan manusia. Namun, bila inframerah digunakan bersama pencitra CMOS, intensitas cahaya yang dihasilkannya sama dengan sinar lampu jauh,” kata Cliff De Locht, Optical Marketing Manager Melexis Inc. “Inframerah dekat sudah digunakan oleh Mercedes-Benz untuk penglihatan pada malam hari. Dengan ini, pengemudi bisa melihat secara jelas,” ulasnya.
Kelemahan kamera atau pencitra CMOS ada pada kemampuannya dalam kondisi kabut dan bersalju. Padahal, pada kondisi seperti inilah pengemudi sangat membutuhkannya. Kekurangan tersebut diatasi dengan meningkatkan kemampuan peranti lunak (software).
Di samping itu, dengan menggunakan mikroprosesor yang lebih cepat, hal ini memungkinkan kamera membandingkan data dari setiap bingkai (frame), termasuk ketika kamera bekerja pada 30 bingkai per detik. Jadi, pembuat peranti lunak bisa ikut membantu pengembangan kerja sistem agar menjadi lebih baik lagi.
Saat hujan
“Ini sebenarnya tergantung pada algoritme, bagaimana kamera bisa melihat saat hujan dan kabut ketika orang susah melihat sesuatu,” kata Martin Duncan, Innovative System Manager STMicroelectronics. “Algoritme dapat menghasilkan citra atau gambar dan data yang jelas dan pasti. Caranya dengan membandingkan setiap bingkai dan mencari obyek yang bergerak,” paparnya.
Kamera juga dapat beradaptasi dengan cepat sesuai dengan perubahan kondisi serta meningkatkan kedalaman fokus dan area yang lebih lebar. Dengan demikian, hal itu memungkinkan pencitra tunggal bisa melihat garis-garis, rambu-rambu jalan, atau beberapa kendaraan di jalan yang sangat padat.
Pada kondisi normal, kami dapat melacak delapan kendaraan berbeda, di jalur yang dilalui dan di jalur lain pada jarak 100 meter,” kata Prainito. “Juga tidak ada masalah saat keluar-masuk terowongan dalam kondisi cuaca cerah. Pencitra mempunyai rentang dinamik yang lebih tinggi dan bekerja secara algoritme,” ungkapnya.
Beberapa produsen mobil telah menggunakan sensor ultrasonik untuk memantau kendaraan yang berada di depan. Namun, produsen kamera mengatakan, teknologi mereka dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi jumlah komponen yang digunakan.
“Kami punya kemampuan melihat lebih dekat,” kata Norm Torrey, Automotive Business Development Canesta. “Kami dapat melihat anak kecil merangkak di tanah. Namun, sensor ultrasonik bisa membuat kesalahan saat mendeteksi tanah. Satu kamera juga dapat melihat beberapa obyek, sedangkan ultrasonik harus menggunakan beberapa sensor untuk memastikan berbagai obyek,” bebernya.
Sumber: Automotive Engineering International
Penulis: ZBJ
Editor: zbj
Ban Unik Tweel dari Michelin

AMERIKA, KOMPAS.com — Revolusi ban dimulai sejak John Boyd Dunlop menemukan banpneumatic pada 1888. Hingga kini, berbagai pengembangan terus dilakukan oleh pabrikan ban. Salah satunya oleh Michelin yang pada 2005 menyodorkan ban tanpa angin.
Teknologi ban tanpa angin sudah banyak dibikin oleh beberapa pabrikan ban. Namun, prototipe dari Michelin yang dinamai "Tweel" (gabungan dari dua unsur, yaitu ban (tire) dan velg (wheel) agak unik) menyerupai velg yang menggunakan jari-jari ganda. Jadi, velg dibalut semacam jari-jari yang terbuat dari polyurethane, baru kemudian dibalut ban tanpa angin.
Keistimewaan dari jari-jari itu ada pada fungsinya sebagai angin (kalau pada ban konvensional) untuk menahan sekaligus memberi kelenturan ayunan suspensi. Meski seperti jari-jari, velgi ini cukup kuat dan elastis.
Ketika dijajal pada Audi A4, ternyata Tweel memiliki tekanan lima kali lipat dari ban biasa dan menghasilkan handling yang baik. Selain itu, pihak pabrikan mengklaim bahwa dengan velg ini, efisiensi bahan bakar mobil akan meningkatkan 1 persen. Ketika dikembangkan, banyak pihak yang berharap velg tersebut bisa diproduksi.
Keunggulan lain yang dimiliki Tweel, pengemudi tak harus bolak-balik mengecek tekanan angin atau takut kempes, kena paku, dan awet lebih lama.
Karena keunggulan ini, Michelin bahkan diminta oleh pihak NASA menciptakan Michelin Lunar Wheel untuk mobil penjelajah planet pada 2009. Karena keunggulan ini pula, produk tersebut sangat tepat untuk kebutuhan kendaraan militer dan konstruksi.
Meski hebat, Tweel tak bisa diajak ngebut. Saat berputar di atas kecepatan 50 mil per jam, proses itu menimbulkan suara sangat berisik dan menciptakan suhu panas yang luar biasa. Jadi, hingga kini, produk tersebut baru tepat jika digunakan pada kendaraan berkecepatan rendah di segmen komersial, seperti traktor dan truk.
Karena kelemahan ini, pihak Michelin menyatakan belum akan memasarkan produk secara massal dalam waktu dekat. "Teknologi ban radial masih akan menjadi standar di dunia ini hingga waktu yang cukup panjang ke depan," ujar pihak Michelin dalam keterangan resminya, seperti dilansirAutoevolution, baru-baru ini.
Penulis: AGK
Editor: bastian
Subscribe to:
Posts (Atom)