Monday, March 22, 2010
Keyakinan dan Mimpi
Keyakinan dan mimpi dua hal yang masih membuat manusia tetap bertahan memperjuangkan hidupnya. Karena manusia yang memiliki keyainan dan mimpi memiliki kekuatan yang tak akan mudah dikalahkan oleh apapun. Sekalipun dikalahkan dengan ujian dari Allah, mereka akan tetap tegar dan akan terus berusaha. Karena mereka yakin mimpi mereka akan tercapai, cepat atau lambat.
Tetapi mereka yang lemah, akan mengalami penurunan semangat saat Allah menguji mimpi yang diinginkannya.
Sangat berbeda dengan mereka yang memiliki keyakinan dan mimpi besar, mereka yang memiliki keyakinan kuat akan menganggap ujian dari Allah sebagai bahan bakar bagi motivasi mereka. Sehingga keyakinannya akan bertambah besar dan mimpinya akan terlihat lebih nyata. Karena mereka yakin pada dasarnya apa yang Allah ujikan kepada mereka, merupakan cara Allah untuk menunjukan kpada mereka kalo mereka pantas mendapatkan mimpi itu. Jadi, denga ujian yang Allah berika, ornag-orang yang memiliki keyakinan kuat akan melihat apakah mereka sudah pantas atau belum untuk mendapatkan mimpi itu.
Friday, March 5, 2010
Pertunjukan Akhir
Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencai anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya. Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, diantaranya membelit tubuh pelatihnya.
Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukan untuk umum. Hari demi hari penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putusn-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan. Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panic, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia meninggal.
Renungan
Kadanag-kadang dosa telihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita measa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataannya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.
Sumber by Hartono Achmadi@consultant.com
Kata bjak hari ini...
Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)
Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukan untuk umum. Hari demi hari penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar. Suatu hari, permainan segera dimulai. Atraksi demi atraksi silih berganti. Semua penonton tidak putusn-putusnya bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukan. Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Ia mulai melilitkan tubuhnya sedikit demi sedikit pada tubuh tuannya. Makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan. Oleh karena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panic, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya ia meninggal.
Renungan
Kadanag-kadang dosa telihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita measa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataannya, apabila dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri lagi daripadanya.
Sumber by Hartono Achmadi@consultant.com
Kata bjak hari ini...
Orang yang bahagia bukanlah orang pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)
Subscribe to:
Posts (Atom)